Ahad 1 Rabiulawal 1437 / 13 December 2015 09:30
BeritaPos-
“Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada ibu bapaknya, ibunya mengandung dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa, ‘Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku…” (QS. 46: 15)
Secara khusus, anak cucu sangat memerlukan arahan dan bimbingan untuk berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Yaitu, kepada generasi terdahulu yang telah membawa dan membesarkannya di dunia ini. Sebab, pada umumnya para anak manusia dalam mengerahkan potensi, perhatian, emosi dan obsesinya. Itu semua tertuju kepada generasi sesudahnya, yaitu untuk anak dan cucunya.
Saudaraku,
Memang, manusia dituntut untuk maju ke depan dalam kehidupan ini. Akan tetapi, ia tidak boleh lalai untuk menengok ke belakang. Ketika manusia lalai, Allah Yang Maha Pengasih Maha Penyayang, Yang tidak membiarkan orang tua dan anaknya, tidak lupa terhadap anak keturunan dan para pendahulunya akan selalu memberikan tausiyah dan bimbingan-Nya kepada para anak, agar senantiasa berbuat baik kepada kedua orang tuanya.
Saudaraku,
Dari sini, tampak jelas hikmah rabbaniyah yang terdapat pada pengulangan dan penegasan Alquran dalam memberikan wasiat kepada para anak untuk berbuat baik kepada orang tuanya secara permanen dan kontinyu. Bukan sebaliknya.
Saudaraku,
Sebab, kasih sayang orang tua kepada anaknya adalah satu hal yang biasa dan fitri, di mana Alquran tidak perlu untuk mengulang-ulang dalam memberikan tausiyahnya. Tapi, cukup dengan modal fitrah tersebut. []
Sumber:IslamPos.com
Baca Juga: Mark Zuckerberg Pemilik Facebook Membela hak Muslim
BeritaPos-
“Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada ibu bapaknya, ibunya mengandung dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa, ‘Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku…” (QS. 46: 15)
SAUDARAKU,
Jika kita menadaburi Alquran, maka kita akan menjumpai bahwa sebagian besar ayat-ayat alquran dalam wasiatnya tertuju kepada anak cucu untuk berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Sekali pun Alquran tidak lupa memberikan taujih kepada kedua orang tua untuk mencurahkan kasih sayangnya kepada anak-anaknya.Secara khusus, anak cucu sangat memerlukan arahan dan bimbingan untuk berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Yaitu, kepada generasi terdahulu yang telah membawa dan membesarkannya di dunia ini. Sebab, pada umumnya para anak manusia dalam mengerahkan potensi, perhatian, emosi dan obsesinya. Itu semua tertuju kepada generasi sesudahnya, yaitu untuk anak dan cucunya.
Saudaraku,
Memang, manusia dituntut untuk maju ke depan dalam kehidupan ini. Akan tetapi, ia tidak boleh lalai untuk menengok ke belakang. Ketika manusia lalai, Allah Yang Maha Pengasih Maha Penyayang, Yang tidak membiarkan orang tua dan anaknya, tidak lupa terhadap anak keturunan dan para pendahulunya akan selalu memberikan tausiyah dan bimbingan-Nya kepada para anak, agar senantiasa berbuat baik kepada kedua orang tuanya.
Saudaraku,
Dari sini, tampak jelas hikmah rabbaniyah yang terdapat pada pengulangan dan penegasan Alquran dalam memberikan wasiat kepada para anak untuk berbuat baik kepada orang tuanya secara permanen dan kontinyu. Bukan sebaliknya.
Saudaraku,
Sebab, kasih sayang orang tua kepada anaknya adalah satu hal yang biasa dan fitri, di mana Alquran tidak perlu untuk mengulang-ulang dalam memberikan tausiyahnya. Tapi, cukup dengan modal fitrah tersebut. []
Sumber:IslamPos.com
Baca Juga: Mark Zuckerberg Pemilik Facebook Membela hak Muslim
Tag :
Islam

6 Komentar untuk "Teruslah Berbuat Baik pada Orang Tuamu"
Iya... kadang kita terlalu sibuk berbuat baik pada orang lain tapi lupa ada orang yang lebih didahulukan dalam berbuat baik, yaitu ortu kita... :D terima kasih telah mengingatkan lagi diri saya... :D
semoga saya dan semuanya bisa berbakti pada orang tua terus ya gan. Aamiin
aku sayang orang tuaku
nice post
sip gan :( jadi sedih gan
Kita memang harus patuh kepada orang tua